Paspor untuk Mengurus Paten bag2

Pandangan Anda dekat dengan Luhut tidak terelakkan karena Anda mengangkat bekas anak buahnya menjadi staf? Sewaktu dilantik, saya butuh staf. Nah, yang sudah pulang duluan adalah Darmawan. Saya waktu itu minta, salah satunya ke Darmawan, daftar nama orang yang saya butuhkan. Dari nama itu, saya melakukan due diligence dan melakukan short listed. Dari sana muncul nama ini yang cocok. Jadi bisa dibilang kebetulan.

Orang yang Anda rekrut dianggap tidak bersih.

Pada hari pertama, saya sibuk dengan perkenalan. Ada hal yang menyangkut birokrasi yang belum saya pahami. Saya butuh belajar dari orang-orang ini dalam soal birokrasi. Saya akui saya bukan orang birokrat. Tapi apakah kalau saya keluar dengan Anda dan difoto wartawan lalu orang mengatakan Anda staf ahli saya. Pasti tidak, kan?

Bagaimana dengan perusahaan Anda di Amerika ketika Anda kembali ke Indonesia? Saya lepas semua. Ada teknologi temuan saya yang dibutuhkan di Indonesia dan digunakan Pertamina sejak 2013 di blok minyak dan gas Parigi.

Paspor untuk Mengurus Paten

Beberapa saat setelah menjadi menteri, Anda mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi sehingga muncul spekulasi Anda akan membongkar korupsi di Kementerian Energi?

Itu tidak benar. Saya ke KPK untuk bersilaturahmi sebagai menteri baru. Saya bukan satu-satunya menteri baru yang ke KPK. Di KPK, kami bicara normatif. Bagaimana saya bisa bicara kasus padahal saya baru dilantik? Kalau saya menganggap ada persoalan yang belum clear, insya Allah, saya tidak akan melakukan hal yang di luar kewajaran.

Menteri sebelumnya, Sudirman Said, dianggap berseberangan dengan Luhut Pandjaitan. Lalu Anda dinilai dekat dengan Luhut dan Deputi Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo? Ini adalah imajinasi yang mencoba menghubungkan dengannya dengan titik-titik, connecting the dots. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah Menteri Koordinator Kemaritiman Pak Luhut Pandjaitan. Adalah kewajiban saya berkoordinasi dengan dia sebagai menteri koordinator.

Menjaga Kesehatan Anak Dalam Bencana Asap Bag2

? Gunakan pelembap udara (humidifier) atau bernapas lewat kain basah untuk menjaga kelembapan mukosa napas anak. ? Kurangi aktivitas di luar rumah. Bila keluar menggunakan mobil, tutup jendela dan ventilasi mobil, pasang AC mobil pada mode re-circulate.

Baca juga : tes toefl Jakarta

? Populasi berisiko tinggi harus segera mencari tempat dengan udara yang bersih, misalnya di rumah, rumah kerabat, atau tempat umum yang berudara lebih bersih. ? Penutupan sekolah dan tempat aktivitas perlu dipertimbangkan jika kualitas udara sangat buruk. Namun, pada kondisi tertentu, sekolah justru dapat menjadi tempat atau ruangan yang aman untuk anak, serta tempat pemantauan aktivitas anak.

¦ Abu Pembakaran Abu yang terkumpul akibat pembakaran dapat menyebabkan iritasi kulit dan saluran napas. Lakukan langkah-langkah berikut: ? Melarang anak-anak bermain dekat asap. ? Gunakan sarung tangan, baju le ngan panjang, dan celana panjang. ? Cuci buah dan sayur segar sebelum dimakan. ? Jangan membuang abu di sa luran pembu angan air, karena akan menyebabkan sumbatan. Sebaiknya abu dibuang di tempat sampah.

¦ Penggunaan Masker ? Masker cat/debu/bedah kurang efektif dalam hal mencegah terhirupnya atau inhalasi partikel halus di udara bebas.

? Masker yang menyaring hingga 95% partikel berukuran >0.3 um (N95) hanya efektif apabila dipakai dengan tepat pada wajah. Tersedia pula N99 dan N100, dalam bentuk full face atau half face dengan filter HEPA, namun tidak nyaman saat dipakai. ? Masker berukuran lebih kecil dari standar bisa tampak sesuai dipakai untuk anak, namun produsen masker tidak menyarankannya untuk anak. Alasannya, masker N95 yang saat ini tersedia belum dirancang oleh produsen untuk digunakan pada anak-anak.

Meskipun beberapa jenis masker N95 sedang ditawarkan untuk dijual bagi anak-anak, namun klaim mereka, efektivitas belum diverifi kasi oleh pihak berwenang, seperti Food and Drug Administration (US FDA). Solusinya, yang paling efektif adalah mengurangi pajanan kabut asap dari anak dengan menghindari paparan asap dan sebisa mungkin membawa anak ke tempat yang berudara lebih bersih. Bila terpaksa harus melakukan aktivitas di luar rumah, tetap gunakan masker bedah atau masker jenis apa pun untuk menghindari paparan asap.

Menjaga Kesehatan Anak Dalam Bencana Asap

Bencana kabut asap yang merambah beberapa daerah di Indonesia dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Seluruh anak (usia 0—18 tahun) termasuk populasi berisiko karena paru-parunya masih dalam tahap perkembangan sehingga saluran napas anak lebih sempit dari orang dewasa. Selain itu, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan melakukan aktivitas berat, seperti berolahraga.

Baca juga : kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Anak-anak juga menghirup lebih banyak udara per kg berat badan dibanding orang dewasa. Risiko ini akan menjadi lebih tinggi pada anak-anak yang memiliki penyakit kronik sebelumnya, seperti: asma, penyakit jantung, penyakit paru, gangguan imunitas, dan malnutrisi. Adapun pengaruh asap yang paling umum pada anak, yaitu: iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, serta perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada.

Menghirup asap dapat menyebabkan anak menderita sesak napas, mengi, batuk, rasa panas atau terbakar pada saluran napas dan mata, nyeri dada, serta pusing dan berkunang-kunang. Kondisi bencana asap juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak yang bermanifestasi sebagai gelisah, mengeluh sakit, mimpi buruk, regresi, perilaku sulit/tidak kooperatif, ketakutan, dan lainnya. Karena itulah, orangtua perlu lebih memberi perhatian, membantu ekspresi anak, misalnya, melalui musik/seni/membuat buku harian, memberi pelukan, serta lebih sabar dalam menghadapi tingkah laku anak yang tidak biasa.

Rekomendasi Idai

Menanggapi permasalahan bencana kabut asap di berbagai wilayah Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan beberapa rekomendasi untuk menjaga kesehatan anak dari bencana kabut asap.

¦ Ruangan Bagi Anak ? Pajanan asap terhadap saluran napas anak dapat dikurangi dengan cara tetap berada di dalam ruangan yang jendela dan pintunya tertutup. ? Bila memungkinkan, air conditioner (AC) dihidupkan dalam mode “re-circulate” dengan mengganti filter secara teratur. ? Pada periode berkurangnya kepekatan asap, buka ventilasi rumah dan bersihkan rumah dari partikel debu yang sudah sempat menumpuk di dalam rumah. ? Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi udara, seperti: memasak dengan gas/kompor propane, merokok, menyedot debu (jika tidak punya penyedot HEPA filter/sistem sedot terpusat), dan membakar kayu/furnace.

Sumber : pascal-edu.com

Apakah harus menjadi warga negara Amerika untuk mengurus paten?

Ini berkaitan dengan teknologi strategis, jadi tidak bisa mendapatkan hak paten kalau saya tidak menjadi warga negara Amerika. Tapi saya menetapkan syarat, saya harus tetap bisa memegang paspor Indonesia.

Anda mengikat perjanjian tertulis seperti itu? Iya. Hukum di Amerika Serikat membolehkan. Saya tetap berkeyakinan bahwa saya orang Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia, dan memegang paspor Indonesia.

Apa dasar yang digunakan pemegang hak paten wajib menjadi warga negara Amerika Serikat? Teknologi strategis kadang memerlukan security clearance. Artinya itu memudahkan Anda untuk mendapatkan paspor Amerika? Itu syarat administrasi. Yang jelas, saya minta paspor Indonesia saya tidak diotak-atik.

Apakah Anda tidak tahu atau tidak ada yang mengingatkan bahwa Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan? Mungkin saya ignorant (abai). Kalau dibilang tidak tahu, saya bodoh juga. Tapi saya berkeyakinan dengan tetap memiliki paspor Indonesia, saya adalah warga negara Indonesia.

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Di Kedai Lupis, Agus Lilik Kuncoro (32) sengaja membuat tagline “Lupis di Sini Beda”. Ya, memang betul, lupis yang disediakan Agus di kedainya bukanlah lupis biasa. Kue tradisional yang terbuat dari beras ketan putih ini, tak lagi tampil sekadar dalam balutan parutan kelapa dan siraman saus gula merah kental saja. Agus berinovasi memberi toping kekinian pada lupisnya.

Tentu saja, tujuannya agar semakin banyak kalangan anak muda yang suka menyantap kue-kue tradisional, yang kelezatan cita rasanya sangat bisa disejajarkan dengan kue-kue asal negara lain yang juga populer di Tanah Air. “Keluarga istri saya yang tinggal di Purworejo punya rumah makan bernama Mak Ito sejak 1960-an, salah satunya menyediakan menu lupis tradisional. Sejak 1974 hingga sekarang, lupisnya cukup terkenal di Purworejo dan dijual secara turun temurun oleh keluarga. Istri saya merupakan generasi keempatnya,” papar Agus.

Aneka Toping

Dengan menggunakan resep asli lupis milik sang mertua, Agus dan istri mulai berjualan lupis sejak awal tahun lalu. Lupisnya berbentuk segitiga, yang ketika dikukus ketannya dibungkus daun pisang klutuk hingga menghasilkan warna hijau alami pada permukaan ketannya dan aroma harum daun pisang. Yang unik tentu saja pada topingnya. Ketika disajikan, lupis yang sengaja dibiarkan tawar tanpa rasa itu diberi kucuran susu kental manis putih atau cokelat, dengan taburan meises dan parutan keju.

Semula, Agus sempat mencoba mencampurkan guyuran saus gula merah dengan meises, “Tapi rasanya enggak cocok. Kemudian coba saya ganti pakai susu kental manis dan ternyata bisa pas dicampur dengan meises, bahkan keju,” paparnya. Saat ini, Agus sudah meluncurkan 10 varian lupis Premium Taste dan 5 varian lupis Mak Itok. “Kedua varian ini dibedakan dari topingnya. Premium Taste menggunakan susu kental manis putih dan Mak Itok menggunakan susu kental manis coklat,” jelasnya lagi.

Selain susu kental manis, varian toping lainnya yang bisa dipesan pembeli di antaranya yang original berupa balutan parutan kelapa dan saus gula merah, remahan kacang tanah, cokelat meises, parutan keju, hingga Milo, susu bubuk instan, dan remahan Oreo. Setiap porsinya berisi 3 buah lupis yang dibanderol Rp 5 ribu-Rp 15 ribu. “Targetnya semula anak muda dan mahasiswa. Tapi ternyata anak-anak kecil juga banyak yang suka,” pungkas Agus yang sedang menyiapkan varian toping baru untuk lupisnya.

Sumber : stoica.id