Categories
Berita

Indosat Stock Trading Contest (ISTC)Proyek Lahirkan Investor Muda

Indosat Stock Trading Contest (ISTC)Proyek Lahirkan Investor Muda – Jumlah pemilik rekening stock trading di Indonesia hingga 2015 baru sekitar 500 ribuan. Jika dibanding jumlah penduduk Indonesia yang 252,16 juta jiwa, ma- ka kira-kira hanya 0,2 persen saja. Angka ini jelas ka- lah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain, terutama di kawasan Asia Tenggara. Tetapi, indeks perdagangan saham Indonesia tergolong sangat baik. Bahkan terbaik di Asia. “Hanya saja pemainnya sekitar 65 persen adalah asing,” kata Ito Warsito, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena itulah wajar jika proses edukasi bagi calon-calon investor pun digerakkan. Salah satunya program bertajuk Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal (GeNTa).

Indosat yang memiliki tiga pilar pada program Corporate Social Responsibility (CSR), salah satunya Edukasi, lantas ambil bagian untuk mencetak investor muda khususnya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang ingin berkecimpung di dunia perdagangan saham. Bahwa generasi muda Indonesia harus diberi tempat yang seluas-luasnya dengan dukungan teknologi telekomunikasi dan aplikasi. “Termasuk edukasi tentang online trading yang banyak mengaplikasikan teknologi di dalam aktivitas perdagangan saham,” tandas Alexander Rusli, Presiden Direktur & CEO Indosat. Wujud dari kepedulian Indosat ini berupa sebuah aktivitas pembelajaran yang gratis dan dikemas dalam konsep kompetisi yang menantang. Ajang tersebut bertajuk Indosat Stock Trading Contest (ISTC) yang secara resmi dibuka pada 8 April silam di gedung BEI, Jakarta. Sebelumnya, ISTC telah mampir ke dua universitas terkemuka di Tangerang, antara lain Universitas Multimedia Nusantara (Gading Serpong) dan Universitas Swiss German (BSD).

Antusias mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini amat tinggi. Sebagian bahkan sudah “bermain” saham dan akrab dengan dunia ini. Belum pula genap satu minggu, jumlah peserta telah membeludak. “Sudah sekitar 600 peserta aktif,” jelas Fuad Fachroeddin, Group Head Corporate Communication Indosat. Arena bursa saham ajang ini tampil dalam format aplikasi digital. Peserta dapat melakukan transaksi saham secara virtual terhadap sejumlah pilihan yang diperdagangkan di BEI. Harga sahamnya diperoleh secara realtime. Penyedia aplikasinya adalah PT Winratama Perkasa (WinGamers). Aplikasi buatan mereka merupakan virtual online trading pertama di Indonesia. Setiap peserta akan memperoleh uang virtual sebesar Rp 1 miliar yang dapat digunakan untuk melakukan perdagangan. Selain bisa diakses lewat dekstop maupun laptop, Anda juga bisa memanfaatkan tablet. Dengan begitu, Anda bisa “bermain” saham di mana saja dan kapan saja. ISTC juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sardjito, masyarakat Indonesia harus jadi pemilik (ownership), selain itu hal yang harus dilakukan musti melembaga “Mahasiswa sekarang harus hidup dalam suasana yang faktual,” ujarnya. Artinya, kesempatan untuk berbisnis di bidang ini sesungguhnya sangat terbuka lebar. Dan, ISTC adalah tempat dimana proses belajar itu dilakukan secara langsung. So, Indosat sudah membuka lebar jalan untuk menuju masa depan. Tak perlu keluar biaya, malah Anda diberi modal. Sekarang, mengapa tak isi waktu dengan “bermain” saham? Rintis dari kini, agar lulus kelak, Anda tak perlu stress bikin lamaran kerja. Segera daftar, ISTC bakal ditutup pada 30 September 2015. Oh ya untuk kamu yang suka game ppsspp terbaik tahun 2020 bisa download di teknorus.com

Categories
Agro

Lampung Menuju Lumbung Udang Nasional

Lampung Menuju Lumbung Udang Nasional pT SUri Tani pemUKa (STP), produsen pakan ikan dan udang terkemuka di Indonesia menggelar launching kawasan vaname PT STP, Rabu (2/5), di di Desa Sriminosari, Kec. Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur. Menurut Rudi Hartono, Ketua Panitia, peresmian kawasan vaname di Lamtim ialah awal mengembalikan kejayaan udang di sini. Sebab pada era 90-an, Lamtim merupakan sentra budidaya udang di Provinsi Lampung. “Hari ini merupakan tonggak pengembangan budidaya udang vaname di Lampung Timur,” ujarnya. Sementara itu, Ilyas, Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan Kab.Lamtim menyambut baik launching kawasan vaname.

Lamtim memiliki zona perikanan budidaya luas yang tersebar di Kec. Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti. Sekurangnya ada 8.000-an ha lahan yang bisa dikembangkan untuk budidaya udang dan ikan. Mewakili manajemen STP, Ardi Budiono, meyakini budidaya vaname di Lamtim akan berkembang pesat. Mengingat, banyak tambak tradisional yang bisa direvitalisasi menjadi tambak semiintensif. Dalam mendukung pengembangan kawasan vaname, Ardi berjanji membe – rikan pendampingan, menyediakan lab keliling (mobile), benur berkualitas, pakan, serta probiotik/vitamin. Dengan adanya lab mobile, petugas bisa melakukan penge cekan di masing-masing kolam pembudidaya secara cepat