Teknologi Self Healing

Aktor Arnold Schwarzenegger bukan lagi daya tarik utama dalam film sci-fi klasik Terminator 2. Tokoh antagonis Cyborg T-1000 dengan kemampuan self-healing (menyembuhkan diri sendiri) saat terluka , justru menjadi daya tarik utama. Meskipun material tahan banting yang membentuk T-1000 belum terwujud hingga kini, perlahan tapi pasti arah teknologi material sudah mengarah ke sana.

Hingga kini, rancangan dasarnya memang belum ada, tetapi perkembangan teknologi riset dan industri telah sedikit membuka mata kita seperti apa masa depan nanti. Beberapa perangkat canggih saat ini sudah terbuat dari bahan racikan masa depan. Sebut saja, Corning Glass pada layar smartphone dan tablet terbaru yang walau belum self-healing, sudah antigores dan antipecah.

Smartphone LG G Flex bahkan melangkah lebih jauh de ngan lapisan material lak (lacquer) khususnya (pada sisi belakang) yang bisa mereparasi sendiri goresan yang ada dalam sekejap atau beberapa jam (tergantung tingkat kedalaman goresan).

Ini hanyalah contoh kecil dari kemajuan teknologi material yang telah dicapai selama ini. Kemajuan juga dicapai pada teknologi material berstruktur kompleks, seperti kabel dan baterai. Adapun penelitian dan pengembangan material saat ini lebih dititikberatkan pada kemampuan self-healing untuk diimplementasikan pada berbagai produk konsumen.

Material, chip, dan software baru

Para pengembang telah mengintegrasikan fungsi reparasi di software sejak lama. Misalnya, Windows dengan fungsi system restore dan system reset. Namun, ini bukanlah solusi ideal karena sistem operasi masih belum memiliki teknologi self-healing yang terintegrasi. Komputer yang bisa mendeteksi dan mengatasi eror sistem mulai dirintis. Tantangan awalnya adalah memperbaiki kerusakan berbagai jenis komponen komputer, seperti chip, kabel, dan transistor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *