Ikut Lomba (Bisa) Beri Pengalaman Berharga Bag3

Konsep Diri Dan Kepercayaan Diri.

Inilah manfaat mengikuti lomba yang lainnya. yakni anak jadi memiliki kepercayaan diri. Sebab penerimaan dan pengelolaan emosi yang sehat, baik emosi negatif maupun positif, akan membantu anak-anak membentuk konsep diri yang sehat. Penilaian konsep diri berkaitan dengan kepercayaan diri.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Sesuaikan Dengan Kondisi Anak

Kesimpulannya, kontes dapat menjadi media yang cocok untuk membantu perkembangan sosio emosional anak jika dijalani dengan tujuan yang baik. Tujuan yang baik adalah tujuan yang mengedepankan kepentingan anak, bukan kepentingan orangtua, seperti misalnya lomba demi kebanggan si mama atau si papa jika nanti anaknya menang. Pada akhirnya keputusan ikut lomba atau tidak lomba merupakan keputusan yang tidak bisa digeneralisasi.

Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi anak. Kalau memang anak suka dan ingin, lalu ada hal positif yang bisa diambil si kecil, kenapa tidak. Lalu seandainya si kecil tidak ingin ikut lomba setelah pernah mencoba, juga tidak perlu dipaksakan. Toh, semua hal positif yang didapat dari ikut lomba dapat juga dicapai melalui berbagai hal lain. Contoh, untuk membangun kepercayaan diri, hargai setiap pencapaian anak dan pilihannya, umpama, ketika si batita berusaha menentukan pakaian yang ingin dikenakannya atau prasekolah bisa mengikat tali sepatunya sendiri, atau ketika anak-anak berusaha menen tukan pakaian apa yang akan ia beli.

Jadi pertanyaan seperti “kapan si kecil siap untuk ikut kontes-kontesan?” sebaiknya kita kembalikan pada keputusan si anak. Usia prasekolah merupakan usia dimana anak sudah dapat menentukan apa yang dia mau. Pakar perkembangan anak, Erik Erikson, mengatakan bahwa pe rasaan otonomi atau berusaha memutuskan sesuatu sendiri mulai berkembang ketika anak ber usia 2 tahun. Dengan menghargai pilihan anak dan tidak memaksakan kehendaknya, orangtua akan berkontribusi terhadap pembentukan rasa otonomi yang sehat di kemudian hari.

Menjadi Gasing “Si kecilku walau tubuhnya mungil, namun saat tidur, super duper makan tempat. Pernah suatu malam aku bergeser posisi sampai beberapa kali karena dia tidurnya berputar 360 derajat. Dari kepala pada bantal, melintang, kaki ke arah bantal, sampai kepala menuju bantal lagi. Pernah dia sampai terjatuh dari ranjang saat tidur malam, padahal sudah dikelilingi bantal. Sepertinya dia sedang mimpi menjadi gasing kali ya, he he he….”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *