Sering-seringlah Ngobrol Dengan Janin

Mengajak ngobrol janin dapat meningkatkan peluangnya untuk memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik kelak.  Kapan bayi mulai belajar berbahasa? Ternyata, bukan sejak ia dilahirkan, lo, Ma. Si kecil mulai mengenal katakata dan aneka bahasa sejak ia masih berada di dalam kandungan. Hal itu terkait dengan proses pertumbuhan dan perkembangan otaknya yang memang dimulai sejak awal kehamilan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Memasuki trimester 3, perkembang an otak janin berlangsung lebih pesat dibandingkan sebelumnya. Menurut Dr. Verne Caviness, ahli neurologi anak dari Harvard-Massachusetts General Hospital , berat otak bayi bertambah hingga tiga kali lipat pada 13 minggu terakhir masa kehamilan. Di akhir tri mester 2, berat otak bayi berkisar 99 g. Saat ia siap dilahirkan, di usia kehamilan 38-40 minggu, umumnya berat otak bayi mencapai 300 g. Stimulasi yang Mama berikan di trimester 3, baik melalui asupan nutrisi maupun yang berasal dari lingkungan, turut memengaruhi kualitas perkembangan otak bayi.

Rangsangan dari lingkungan akan mendorong terbentuknya sinapsis (celah yang menyambungkan neuron satu dengan yang lain). Semakin banyak rangsangan diberikan, semakin banyak pula sinapsis yang terbentuk. Akibatnya, jumlah sel neuron yang bertahan pun bertambah banyak dan tingkat apotosis atau kematian sel dapat berkurang. Janin akan lebih cepat memproses informasi, menyelesaikan masalah atau menciptakan sesuatu yang baru, apabila jumlah sel otaknya semakin banyak, rasio sel glia atau sel neuron semakin tinggi, dan kualitas sinapsis di otaknya semakin baik.

Yang tak kalah penting juga untuk diketahui, proses tersebut ternyata tidak berhenti di fase bayi, melainkan terus berlanjut hingga masa dewasa. Pada 10 minggu terakhir usia kehamilan, janin secara aktif mendengarkan suara-suara mamanya. Setelah lahir, bayi pun mampu mengenali dan membedakan suara mamanya dengan suara lain.

Tanda-Tanda Persalinan Prematur

Segera hubungi dokter apabila mamil sering mengalami nyeri pada pinggang belakang, padahal waktunya masih jauh dari perkiraan kelahiran normal. Begitu juga apabila mulai mengalami kontraksi setiap 10 menit atau lebih, disertai rasa kram pada perut bagian bawah yang serupa dengan kram saat menstruasi. Tanda-tanda ini juga sering disertai dengan bertambahnya tekanan serta keluarnya cairan dari vagina dalam jumlah banyak, apalagi bila disertai dengan perdarahan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *