Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan Bag2

Jika sudah sampai pada kondisi ini, tentu saja upaya untuk mengubah kebiasaan anak memerlukan proses, karena cukup sulit untuk langsung memisahkan si kecil dari kebiasaannya berinteraksi dengan benda kesayangannya tersebut. Proses memisahkan yang tidak bijak dapat berdampak besar dalam perkembangan anak.

“ Program kerja ke luar negeri gratis dengan ausbildung di Jerman “ ~ sat-jakarta ~

Diantaranya, menurut Gia, “Anak tidak mau lepas dari orangtuanya, bahkan saat sudah memasuki usia sekolah ia ingin selalu ditunggui oleh orangtua. Ia juga takut dan enggan berinteraksi dengan orang lain, bahkan tidak mau melakukan eksplorasi, karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya.”

Berpisah Dengan Si Butut

Lalu harus bagaimana? Memaksa anak untuk berpisah dengan guling bututnya hanya akan memperpanjang masalah. Gia memberikan beberapa cara untuk melepaskan ketergantungan anak kepada si butut. Pertama berikan anak rasa aman dan nyaman. Caranya, bisa dengan menemani anak saat melakukan aktivitas kesehariannya.

Misal, dengan menyusui, menyuapi anak, mengganti popok, memandikan, bermain, menemani tidur, memeluk anak, dan lainnya. Aktivitas tersebut harus dilakukan dengan perasaan tenang, sehingga batita juga merasakan kenyamanan. Jangan melakukannya sambil bekerja atau bermain gadget karena anak sangat peka dengan kondisi orangtua. Jika rasa aman dan nyaman sudah terpenuhi, kita dapat mulai membujuk anak membersihkan guling bututnya.

“Lihat selimutnya sudah kotor, Dek. Ini banyak kumannya. Kita cuci dulu, ya, supaya Adek nggak kena penyakit. Nih, Adek bisa lihat selimutnya di dalam mesin cuci. Setelah dicuci, masih basah. Jadi, kita tunggu kering dulu, ya. Lihat, tuh selimutnya di jemuran…” Si batita juga dapat diajarkan bahwa selimut atau guling adalah perlengkapan tidur, jadi hanya dapatdigunakan di tempat tidur. Ajaklah ia melihat orangorang di sekitarnya, tidak ada yang membawa-bawa guling saat bermain.

Menurut Gia, jika diperlukan kita dapat menjanjikan hadiah jika batita mau melepaskan diri dari benda butut kesayangannya. Cara ini bisa dilakukan bertahap. Contoh, jika guling atau selimut tersebut hanya dibawa saat tidur, tidak saat bermain atau jalan-jalan keluar, maka si batita akan mendapat “hadiah” pergi berenang, umpamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *