Begitu Lahir Perlu Asupan Vitamin K Bag4

Di beberapa negara Asia angka kesakitan bayi karena PDVK ber kisar antara 1 : 1.200 sampai 1 : 1.400 Kelahiran Hidup. Angka tersebut dapat turun menjadi 1 : 10.000 de ngan pemberian vitamin K pada bayi baru lahir.

Bila Terlambat Diberi Vitamin K

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pada bayi yang terlambat mendapat vitamin K dan mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K, dokter akan memberikan pengobatan berupa suntik an vitamin K dan transfusi darah. Pemberian vitamin K tidak perlu dilakukan ulangan, karena semakin bertambah umur bayi, semakin baik kemampuan tu buhnya untuk menghasilkan vitamin K dan semakin bervariasi asupan makanan yang didapatkan.

“Bila lupa memberikan suntikan vitamin K, begitu ingat langsung saja membawa ke dokter untuk men dapatkan suntikan demi menjaga kondisi bayi. Meski usia bayi sudah lebih dari dua ming gu dan mama baru ingat saat itu, suntikan vitamin K tetap harus diberi kan. Lebih baik diberikan daripada tidak,” ujar Desiana.

Tentang Vitamin K

Vitamin K merupakan vitamin larut dalam lemak yang memiliki peranan penting dalam mengaktifkan zat zat yang berperan dalam pembekuan darah, di anta ranya zat yang dikenal sebagai protrombin. Vitamin K dapat diproduksi oleh bakteri normal dalam saluran cerna, akan tetapi pada bayi baru la hir kondisi saluran cerna masih dalam keadaan steril (tidak ada bakteri normal usus) sehingga vitamin K tidak dapat diproduksi.

Fungsi organ hati sebagai tempat metabolisme vitamin K juga belum dapat ber fungsi secara matang terutama pada bayi kecil. Ada tiga bentuk vitamin K yang diketahui yaitu: ? Vitamin K1 (phytomenadione), terdapat pada sa yuran hijau. ? Vitamin K2 (menaquinone), dihasilkan oleh bakteri normal usus (Bacteriodes fragilis). ? Vitamin K3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik.

Vitamin K yang diberikan pada bayi baru lahir ada lah vitamin K1. Pemberiannya pada saat bayi baru lahir atau sampai usia 2 minggu. Sekali lagi. hal ini terkait de ngan risiko terjadinya perdarahan yang cukup tinggi pada bayi usia 1–2 minggu. Faktor risiko akan menurun menjelang usia 6 bulan, setelah bayi mulai dapat memproduksi vitamin K sendiri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *