Pecah Kongsi Di Tanah Kosambi I

Kedua, hakim melihat keduanya sengaja tidak memberi tahu Adipurna selama sepuluh tahun soal penjualan aset perusahaan. Hakim berkesimpulan ada niat jahat dari Yusuf dan Suryadi. Menanggapi putusan praperadilan yang memenangkan Adipurna, Markas Besar Polri membuka lagi berkas penyidikan Yusuf dan Suryadi. Pada Januari 2015, polisi kembali menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Namun, tak lama setelah penyidikan dibuka, Adipurna mendapat undangan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat itu, Oesman Sapta Odang. Keduanya bertemu di sebuah ruangan di Hotel Mahkota Kayong, Pontianak. Adipurna mengatakan pertemuan itu berlangsung santai. Oesman, kata dia, hanya meminta agar Adipurna menerima uang ganti rugi dari Yusuf dan Suryadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *