Doktor Karbitan Kampus Guru Bag8

Kami menelusuri Pangkalan Data Pendidikan Tinggi pada pertengahan Juli lalu. Hasilnya, program kerja sama itu melenceng dari tujuan awal karena program doktoral tersebut tak hanya diikuti dosen di kampus yang menjalin kerja sama. Banyak pula pejabat di daerah yang mengikuti program tersebut.

Pejabat di dua kampus yang bekerja sama dengan UNJ, yaitu Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas PGRI Palembang Eddy Salam, membenarkannya. ”Mahasiswanya bukan hanya dosen Universitas Bengkulu, ada juga dari luar,” kata Ridwan. Djaali sendiri beralasan menerima mahasiswa doktoral dari mana-mana atas permintaan masyarakat. ”Mau tidak mau harus terima karena banyak yang komplain, terutama dari pemerintah daerah,” ujar Djaali.

Cara Beda Menikmati Kopi ala Nasi Kotak Jakarta

Cara Beda Menikmati Kopi ala Nasi Kotak Jakarta – Melihat bisnis kopi yang kian berprospek baik, mendorong Matthew Immanuel (19) berani membuat terobosan baru dalam menikmati kopi. Uniknya, Matthew menyajikan kopi tidak di dalam cangkir, melainkan dalam bentuk es plus toping. Produk kopi unik ini ia beri nama Skoepi. “Supaya mudah diingat dan akronim dari dua kata, es dan kopi,” tutur Matthew. Matthew sebagai founder tak sendiri. Ia mengajak sejumlah temannya: Vincent Eka Luis, Melissa Anastasia, dan Felicia Febe untuk memulai bisnis kuliner kekinian ini.

“Kami melihat bisnis seputar kopi sangat berprospek. Tapi rata-rata pengusahanya bertanding menjual kopi dengan membuka kafe keren. Nah, kami coba jualan kopi dengan cara yang beda,” ujar Matthew. Setelah setidaknya 10 kali uji coba, akhirnya Matthew resmi meluncurkan Skoepi pada September 2017. Ia senang karena sejak pertama kali diluncurkan dan dipasarkan melalui bazar dan festival kuliner, respons masyarakat sangat positif. “Saat ini kami belum punya outlet tetap. Masih mengikuti berbagai bazar dan festival kuliner.

Tapi kami sediakan jasa katering dan delivery order, dengan menghubungi akun Instagram @Skoepi. id.” ANEKA TOPING Matthew membuat es kopinya dengan teknik coldbrew. Ia bahkan menyortir sendiri biji kopinya. Setelah kopi diseduh dan diberi aneka perasa, lalu di dibekukan menggunakan cetakan es goyang di dalam gerobak es miliknya. Ada 3 varian rasa Skoepi, yakni black coffee dari level yang paling pahit, café latte, dan mocha. “Rasa mocha jadi favorit. Bahkan anak kecil juga banyak yang suka varian mocha ini,” ujar Matthew. Untuk topingnya, tersedia taburan cokelat kacang dan susu cair. “Susu cairnya homemade, diracik sendiri,” kata Matthew.

Harga Skoepi cukup terjangkau. Rp 8 ribu untuk varian black coffee dan Rp13 ribu untuk café latte serta mocha. Jika ingin diberi toping cokelat kacang, tinggal menambah Rp 2 ribu dan toping susu Rp 5 ribu. Menurut Matthew, “Masyarakat tertarik mencoba, terutama yang di masa lalunya suka beli es goyang. Nah, saya sajikan Skoepi lengkap dengan gerobak es goyangnya, dengan gaya yang lebih modern dan rasa kopi yang juga modern,” pungkasnya.

sumber : https://salamacatering.com/