Wajar Pemerintah Mencontoh Kami Bag17

Itu penting untuk membangun kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Tanpa kebanggaan dan percaya diri, bagaimana orang mau berprestasi? Kita harus memperlakukan setiap orang merasa bisa membuat perubahan. Kalau ada kesalahan, jangan dicela, langsung cari pemecahannya. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu, bagaimana caranya? Saya punya sembilan direktur dan 400 eksekutif atau direktur anak perusahaan.

Saya memeriksa mereka secara berkala. Maka ruang rapat ini butuh kursi yang sangat empuk karena saya hampir seharian di sini dari pagi sampai malam, ha-ha-ha…. Di ruangan pribadi paling cuma 15 menit untuk tanda tangan dokumen. Dengan pemeriksaan yang cermat, kalau ada kesalahan, bisa dipadamkan dengan alat ringan, tidak perlu branwir.

Pendiri V8 Futsal Academy Bag2

Sayangnya, hingga tahun ini Indonesia belum kembali lagi meraih juara AFF. Veve bertekad mengembalikan lagi kejayaan futsal Indonesia seperti tahun 2010 saat ia menjadi kapten tim nasional. “Bibit-bibit baru harus terus disemai,” tegasnya. Maka, pada 2011, Veve mendirikan sekolah futsal yang diberi nama V8 Futsal Academy.

Baca juga : Kerja di Jerman

“Saya mendirikannya setelah berhenti dari tim nasional futsal Indonesia,” jelasnya. Awalnya, ia hanya menerima murid usia 10 tahun ke atas, tetapi seiring waktu antusiasme anak usia 7–10 sangat besar. “Waktu itu tercatat ada 30 anak usia tersebut yang mendaftar,” kata Veve. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuka kelas anak usia 7–10 tahun supaya animo yang sangat besar ini tidak disia-siakan. “Anak-anak memiliki keunikan tersendiri. Kadang mereka suka semaunya meski sudah diinstruksikan pelatih,” cerita Veve. Karena itu, ia harus melakukan pendekatan secara halus dan pelan-pelan supaya mereka tetap mau berlatih, berbeda dengan orang dewasa yang sudah bisa dilatih keras dan tegas untuk memotivasi semangat berlatih dan bertanding.

Beasiswa bagi yang berbakat dan tak mampu Bagi Veve, dalam mengelola sekolah futsal ia tidak boleh melulu berpikir komersil. V8 Futsal Academy, alhasil menurutnya lebih banyak melakukan misi sosial. “Ada pemain bagus tapi tidak punya biaya, akhirnya saya kasih free, dapat beasiswa.,” ujarnya. Bahkan, aku Veve, saat ini ada lebih banyak siswa yang diberi beasiswa dibandingkan yang membayar. Untungnya, SPECS, perusahaan tempatnya bekerja mau menyalurkan dana CSR-nya kepada V8.

“Mereka diberikan sepatu, apparel, jersey, dan bola, sebagai bagian dari program CSR perusahaan tersebut,” katanya. Kendala lain, lapangan tempat berlatih pun harus pindah-pindah karena Veve tak memiliki lapangan sendiri. Hal inilah yang membuat beberapa pemainnya keluar masuk karena ketika lapangan pindah, jarak rumah mereka dengan lapangan terlalu jauh. Meski demikian, semangat Veve tidak pupus mengingat ia sudah begitu cinta dengan futsal.

Ia pun ingin sekali memberikan pelatihan yang tepat untuk mengembangkan bakat anak-anak bermain futsal. “Saya ingin memberikan kegiatan positif buat mereka, daripada mereka tawuran,” tandasnya. Ketika melihat ada anak asuhnya yang berbakat besar, Veve tak tinggal diam. “Saya, kan, mantan pemain futsal nasional.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Watiek Ideo Penulis Buku Best Seller Bag2

“Mungkin buku ini adalah buku pertama di Indonesia yang berani mengangkat isu sensitif tentang sex education dalam kemasan dongeng dan bergambar,” tegas Watiek. Selama ini, lanjutnya, buku-buku tentang sex education anak, pembacanya adalah orang dewasa. Nah, buku ini pembacanya adalah anak-anak langsung.

“ Program kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA/SMK “ upstory

Watiek semakin surprise ketika salah satu bukunya, Kisah Kota Kita, direkomendasikan oleh Presiden Jokowi (saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta) untuk dibaca. “Beliau mengirim surat khusus kepada kami dan menyampaikan apreasiasinya bahwa buku ini penting untuk dibaca,” ucap Watiek bangga. Buku tersebut berisi tentang menumbuhkan semangat anak-anak untuk menjaga dan ikut andil dalam melestarikan kotanya. Penghargaan dari Jokowi ini semakin melecutkan semangat Watiek untuk menghasilkan karya-karya terbaik lainnya.

Omset satu milyar

Sebagai penulis buku anak yang omset penjualannya mencapai lebih dari satu milyar rupiah dalam satu semester, Watiek pun terpilih menjadi salah satu peserta yang ikut mengunjungi pameran buku anak-anak terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair (FBF) pada November 2015 “Jauh hari, penerbit Bhuana Ilmu Populer memberitahu bahwa omzet buku saya mencapai satu milyar lebih dan saya akan diberangkatkan ke FBF,” ucap Watiek senang. Apalagi semua biaya ditanggung penerbit dan ini adalah kesempatan langka, karena tidak semua penulis bisa merasakan pengalaman luar biasa ini. Betapa tidak? Untuk memperoleh omset sebesar itu, diakui Watiek, sulit sekali, sehingga ia pun tak terlalu ngoyo. Ia hanya berusaha membantu penerbit mempromosikan bukunya dengan cara memberi bonus, seperti bonus boneka jari, satu set wayang, paper frame, paperdoll, sampai membuat marchandise t-shirt. “Tetapi sebelum membuatnya, saya memikirkannya dengan matang, apakah disukai pembaca atau tidak. Alhamdulillah, responsnya luar biasa sekali,” ungkap Watiek. Larisnya buku-buku Watiek tak dinikmatinya sendiri. Di rumah, ia membangun “Rumah Baca Lintang” (RBL) yang memiliki beragam kegiatan, seperti membaca buku gratis, kelas menulis, kelas impian, dalang cilik, kelas mendongeng, dan pelestarian permainan tradisional. “Hingga saat ini, hampir 100 anak mengakses manfaat dari Rumah Baca Lintang,” ungkapnya. Watiek berharap, ke depannya RBL bisa menjangkau anak-anak di pelosok desa. “Mereka harus mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses buku gratis,” harapnya. Tidak seperti saat ia kecil yang sulit sekali mendapatkan buku.

Watiek Ideo Penulis Buku Best Seller

Sejak kelas 2 sekolah dasar (SD), ia suka menulis. “Kalau ada pelajaran mengarang saya merasa bebas, bisa menulis berlembar-lembar kertas, senang banget,” kenang perempuan bernama asli, Solikhatul Fatonah Kurniawati (33) ini. Waktu itu ia menulis puisi dan cerita pendek. Saat remaja, ia mulai gemar menulis buku harian.

“ program beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 gratis tanpa biaya “ upstory.org

“Buku harian saya sampai bertumpuk-tumpuk, isinya campur-campur, umumnya curahan hati yang galau,” jelas Sarjana Psikologi lulusan Universitas Airlangga Surabaya yang lebih dikenal dengan nama penanya ini, Watiek Ideo. Nah, saat kuliah di Fakultas Psikologi itu, Watiek malah berhenti menulis dan baru kembali menulis lima tahun belakangan. “Awalnya dimulai ketika saya mencari seorang desainer untuk clothing line yang sedang saya rintis,” kenangnya.

Ia berkenalan dengan seorang desainer yang ternyata ilustrator buku anak. Saat ilustrator itu memperlihatkan karya-karyanya, Watiek terpukau sehingga semangat menulisnya pun kembali. “Sejak saat itu saya langsung menulis buku,” kata Watiek. Tidak tanggung-tanggung, buku pertamanya langsung ia kirim ke penerbit besar, berkisah tentang petualangan Lily dan Pino, persahabatan seorang gadis kecil dengan seekor panda.

Tiga bulan kemudian, Watiek dikabarkan, naskahnya akan diterbitkan. “Ini adalah momen penting dalam hidup saya,” cerita Watiek dengan rupa gembira. Sejak saat itu, ia seperti kecanduan menulis dan memutuskan untuk profesional menulis, khususnya buku anak, sambil mengurus clothing line-nya.

Penghargaan dari Jokowi

Pagi hingga siang, sekitar pukul 10–12, adalah waktu efektif baginya menulis. Selebihnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal lain, seperti mengurus rumah, merawat anak-anak, membuat suvenir, mengurus clothing line, dan “bermain” sosmed. Watiek mengaku, dirinya tak ada target untuk menghasilkan buku, semuanya mengalir saja. Hanya saja, ia membuat deadline khusus jika mengerjakan sebuah naskah, harus selesai dalam waktu dua minggu, semata agar disiplin.

”Soalnya, kontrol, kan, ada pada diri sendiri, jadi harus pintar mengatur waktu,” tandas Watiek. Bagaimana jika sehari saja ia tidak menulis? “Wah, rasanya seperti ada yang hilang, ada yang dirindu,” ujar Watiek yang dalam lima tahun saja sudah menghasilkan lebih dari 55 buku anak-anak. Dari sekian banyak buku, yang paling banyak diminati buku Aku Anak Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri, berisi 10 cerita serta tip mencegah kekerasan dan kejahatan seksual pada anak.