Pendiri V8 Futsal Academy Bag2

Sayangnya, hingga tahun ini Indonesia belum kembali lagi meraih juara AFF. Veve bertekad mengembalikan lagi kejayaan futsal Indonesia seperti tahun 2010 saat ia menjadi kapten tim nasional. “Bibit-bibit baru harus terus disemai,” tegasnya. Maka, pada 2011, Veve mendirikan sekolah futsal yang diberi nama V8 Futsal Academy.

Baca juga : Kerja di Jerman

“Saya mendirikannya setelah berhenti dari tim nasional futsal Indonesia,” jelasnya. Awalnya, ia hanya menerima murid usia 10 tahun ke atas, tetapi seiring waktu antusiasme anak usia 7–10 sangat besar. “Waktu itu tercatat ada 30 anak usia tersebut yang mendaftar,” kata Veve. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuka kelas anak usia 7–10 tahun supaya animo yang sangat besar ini tidak disia-siakan. “Anak-anak memiliki keunikan tersendiri. Kadang mereka suka semaunya meski sudah diinstruksikan pelatih,” cerita Veve. Karena itu, ia harus melakukan pendekatan secara halus dan pelan-pelan supaya mereka tetap mau berlatih, berbeda dengan orang dewasa yang sudah bisa dilatih keras dan tegas untuk memotivasi semangat berlatih dan bertanding.

Beasiswa bagi yang berbakat dan tak mampu Bagi Veve, dalam mengelola sekolah futsal ia tidak boleh melulu berpikir komersil. V8 Futsal Academy, alhasil menurutnya lebih banyak melakukan misi sosial. “Ada pemain bagus tapi tidak punya biaya, akhirnya saya kasih free, dapat beasiswa.,” ujarnya. Bahkan, aku Veve, saat ini ada lebih banyak siswa yang diberi beasiswa dibandingkan yang membayar. Untungnya, SPECS, perusahaan tempatnya bekerja mau menyalurkan dana CSR-nya kepada V8.

“Mereka diberikan sepatu, apparel, jersey, dan bola, sebagai bagian dari program CSR perusahaan tersebut,” katanya. Kendala lain, lapangan tempat berlatih pun harus pindah-pindah karena Veve tak memiliki lapangan sendiri. Hal inilah yang membuat beberapa pemainnya keluar masuk karena ketika lapangan pindah, jarak rumah mereka dengan lapangan terlalu jauh. Meski demikian, semangat Veve tidak pupus mengingat ia sudah begitu cinta dengan futsal.

Ia pun ingin sekali memberikan pelatihan yang tepat untuk mengembangkan bakat anak-anak bermain futsal. “Saya ingin memberikan kegiatan positif buat mereka, daripada mereka tawuran,” tandasnya. Ketika melihat ada anak asuhnya yang berbakat besar, Veve tak tinggal diam. “Saya, kan, mantan pemain futsal nasional.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *