Category Archives: Berita

Plus-Minus Kekuatan Inkumben Bag6

Inkumben akan aman secara elektoral jika modal elektabilitasnya jauh memimpin di depan dengan selisih yang lebar. Semakin mendekati pemilihan tantangan akan semakin berat karena kompetitor juga akan bekerja lebih maksimal dan pemilih mendapat informasi lebih beragam. Di banyak tempat, tren elektabilitas beberapa inkumben cenderung menurun ketika mendekati pemilihan.

Namun banyak di antara mereka diselamatkan oleh ”lonceng yang berbunyi” (saved by the bell) karena modal elektabilitas yang terlalu tinggi di awal tidak terkejar oleh lawan yang tren elektabilitasnya menanjak sekalipun. Perlu diingat, pilkada Jakarta memakai aturan yang bersifat khusus, berbeda dengan aturan umum. Calon gubernur harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen untuk memenangi pemilihan dalam satu putaran.

Polemik Proyek Pulau Buatan Bag2

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sempat menghentikan proyek pulau yang digarap oleh PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan PT Agung Podomoro Land, itu. Penghentian ini berbarengan dengan moratorium proyek 16 pulau lain yang dikeluarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli saat masih menjabat pada Juli lalu. Namun, Jumat dua pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang baru, Luhut Pandjaitan, memutuskan pencabutan moratorium proyek Pulau G.

Dia menilai reklamasi tak perlu menunggu kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). NCICD merupakan rencana induk yang meliputi rencana proyek tanggul raksasa di utara Ibu Kota. Pada Kamis pekan lalu, Luhut meralat pernyataan sebelumnya. Dia menyatakan sepakat menunggu kajian NCICD, yang akan selesai pada Oktober mendatang. ”Dalam duatiga minggu ke depan sudah selesai,” ujarnya.

Pecah Kongsi Di Tanah Kosambi II

Menurut Adipurna, kedua teman bisnisnya itu memang berkali-kali menawarkan Rp 40 miliar. Namun Adipurna menolak. ”Saya jelaskan duduk perkaranya dan Pak Oesman paham,” ucap Adipurna. Ia mengaku tidak mengetahui sejauh mana kedekatan Oesman dengan Yusuf dan Suryadi. Dimintai konfrmasi Tempo soal ini pada Kamis pekan lalu, Oesman Sapta Odang mengatakan lupa pernah bertemu dengan Adipurna untuk membahas masalah yang berkaitan dengan Yusuf dan Suryadi.

”Saya memang banyak membantu mendamaikan orang, makanya lupa pernah bertemu dengan siapa saja,” kata Ketua Umum Partai Hanura yang juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah ini. Tujuh bulan setelah pertemuan Adipurna dengan Oesman, pada pertengahan Agustus 2015, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Polri menghentikan penyidikan kasus itu.

Pecah Kongsi Di Tanah Kosambi I

Kedua, hakim melihat keduanya sengaja tidak memberi tahu Adipurna selama sepuluh tahun soal penjualan aset perusahaan. Hakim berkesimpulan ada niat jahat dari Yusuf dan Suryadi. Menanggapi putusan praperadilan yang memenangkan Adipurna, Markas Besar Polri membuka lagi berkas penyidikan Yusuf dan Suryadi. Pada Januari 2015, polisi kembali menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Namun, tak lama setelah penyidikan dibuka, Adipurna mendapat undangan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat itu, Oesman Sapta Odang. Keduanya bertemu di sebuah ruangan di Hotel Mahkota Kayong, Pontianak. Adipurna mengatakan pertemuan itu berlangsung santai. Oesman, kata dia, hanya meminta agar Adipurna menerima uang ganti rugi dari Yusuf dan Suryadi.

Setelah N219 Terbang Tinggi Bag3

Setahun berselang, menjelang seremoni perkenalan fsik pesawat N219 pertama kali ke publik pada Desember 2015, tibatiba Palmana dipanggil Direktur Utama PTDI kala itu, Budi Santoso, yang ditemani Direktur Produksi Arie Wibowo. Palmana kaget karena petinggi PTDI memintanya membuka lagi ide pengembangan pesawat N245. Direktur Operasional PTDI Arie Wibowo mengatakan N245 memang dirancang melayani penerbangan dengan waktu tempuh pendek, maksimal satu setengah jam.

Rancangan tak lazim juga diterapkan di pesawat ini dengan mencoret bagian kargo. ”Penumpang bisa bawa barang dan taruh di kargo kabin, seperti di kereta api. Ini murni idenya Pak Budi Santoso,” ujar Arie. Arie optimistis pesawat N245 itu bakal punya kelebihan dibanding pesaing terberat di kelas pesawat 50 penumpang, yakni ATR 42.

Kemenangan Di Atas Kenangan Pahit

Sloane Stephens merebut gelar Grand Slam perdana di turnamen Amerika Serikat Terbuka 2017. Cemerlang di kala remaja, kariernya tersendat akibat cedera. Selama 20 detik, Sloane Stephens memeluk erat Madison Keys, sahabat sekaligus la wannya pada fnal turnamen tenis Amerika Serikat Terbuka di Kota New York, Sabtu dua pekan lalu. Senyum lebar di wajah petenis Amerika Serikat berusia 24 tahun itu berubah menjadi tangisan saat ia memeluk ibunya, Sybil Smith.

Berstatus bukan unggulan, Stephens sukses merebut gelar Grand Slam perdananya. Kemenangan di Flushing Meadows itu membuat Stephens, yang selalu ditonton ibunya saat bertanding, merasa sedikit syok. ”Aku selalu ingin menjuarai Grand Slam,” katanya kepada ABC News, Selasa pekan lalu.

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara Bag2

Program kerja sama doktoral ini sudah lama berjalan? Ada 12 universitas negeri yang bekerja sama dengan UNJ. Program ini sebetulnya dimulai pada 1978. Sejak saya menjabat Direktur Pascasarjana pada 2009, program ini dilanjutkan berdasarkan desakan teman-teman yang ingin dibina. Tujuannya, mempercepat kualifkasi dosen dan akademis kampus di daerah. Siapa peserta program kerja sama ini?

Seharusnya dosen-dosen di kampus negeri yang bekerja sama dengan kami. Namun ada orang lain juga yang mau ikut, meski itu sedikit. Ini yang sulit kami bendung karena mereka pasti memprotes. Mereka bertanya, kenapa kami tidak boleh padahal sama-sama warga Indonesia? Program ini masih berjalan? Mulai 2015, kami passing out karena terlalu banyak beban. Saya juga menyurati ke bagian Pascasarjana agar tidak menerima mahasiswa baru dari kelas kerja sama.

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tengah menyorot tajam Universitas Negeri Jakar ta (UNJ). Kampus yang dulu bernama IKIP Jakarta itu dianggap menggelar program kuliah doktor ilegal bekerja sama dengan 12 universitas negeri lain. Gelar para alumnus pun terancam dicabut karena ada dugaan plagiarisme dalam disertasi mereka.

Sekitar dua jam lebih, Rektor UNJ Djaali menjelaskan kondisi terakhir kampusnya kepada Tempo, Kamis tiga pekan lalu. ”Salah satu yang bikin capek itu perilaku dosen di sini yang suka ftnah,” katanya. Apakah program kerja sama ini mendapatkan izin dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi? Enggak. Persetujuan itu memang tidak ada. Kami berpikir program ini harus dilakukan untuk bangsa dan negara. Kami pernah mencoba menjelaskan ini ke Kementerian, tapi saat itu belum dijawab.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag8

Kami menelusuri Pangkalan Data Pendidikan Tinggi pada pertengahan Juli lalu. Hasilnya, program kerja sama itu melenceng dari tujuan awal karena program doktoral tersebut tak hanya diikuti dosen di kampus yang menjalin kerja sama. Banyak pula pejabat di daerah yang mengikuti program tersebut.

Pejabat di dua kampus yang bekerja sama dengan UNJ, yaitu Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas PGRI Palembang Eddy Salam, membenarkannya. ”Mahasiswanya bukan hanya dosen Universitas Bengkulu, ada juga dari luar,” kata Ridwan. Djaali sendiri beralasan menerima mahasiswa doktoral dari mana-mana atas permintaan masyarakat. ”Mau tidak mau harus terima karena banyak yang komplain, terutama dari pemerintah daerah,” ujar Djaali.

Ketika Mereka Berpuisi

Sebait tembang macapat pangkur dinyanyikan Mente ri Ketenagakerjaan Muham mad Hanif Dhakiri di panggung Merayakan Chairil Anwar di teras Gedung Tempo, yang dihadiri sejumlah tokoh dan seniman, Senin malam pekan lalu. Tembang itu jadi pengantar puisi ”Tak Sepadan” yang dibacakan Hanif. Pria 44 tahun itu begitu menjiwai setiap larik puisi tersebut. Tepuk tangan bergemuruh ketika Hanif menyebut nama Dian Sastrowardoyo dalam puisi yang ia bacakan.

Malam itu, Dian juga hadir untuk membacakan puisi Chairil. Menurut Hanif, kekuatan bunyi dari tembang itu membantunya membaca puisi dan membuat penonton menikmatinya. ”Sehingga baca puisinya enggak kering,” tutur Hanif saat ditemui di kantornya, Rabu pekan lalu. Hanif tampil satu panggung dengan Sophia Latjuba, yang membacakan ”Hampa”, serta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.