Category Archives: Parenting

Menjaga Kesehatan Anak Dalam Bencana Asap Bag2

? Gunakan pelembap udara (humidifier) atau bernapas lewat kain basah untuk menjaga kelembapan mukosa napas anak. ? Kurangi aktivitas di luar rumah. Bila keluar menggunakan mobil, tutup jendela dan ventilasi mobil, pasang AC mobil pada mode re-circulate.

Baca juga : tes toefl Jakarta

? Populasi berisiko tinggi harus segera mencari tempat dengan udara yang bersih, misalnya di rumah, rumah kerabat, atau tempat umum yang berudara lebih bersih. ? Penutupan sekolah dan tempat aktivitas perlu dipertimbangkan jika kualitas udara sangat buruk. Namun, pada kondisi tertentu, sekolah justru dapat menjadi tempat atau ruangan yang aman untuk anak, serta tempat pemantauan aktivitas anak.

¦ Abu Pembakaran Abu yang terkumpul akibat pembakaran dapat menyebabkan iritasi kulit dan saluran napas. Lakukan langkah-langkah berikut: ? Melarang anak-anak bermain dekat asap. ? Gunakan sarung tangan, baju le ngan panjang, dan celana panjang. ? Cuci buah dan sayur segar sebelum dimakan. ? Jangan membuang abu di sa luran pembu angan air, karena akan menyebabkan sumbatan. Sebaiknya abu dibuang di tempat sampah.

¦ Penggunaan Masker ? Masker cat/debu/bedah kurang efektif dalam hal mencegah terhirupnya atau inhalasi partikel halus di udara bebas.

? Masker yang menyaring hingga 95% partikel berukuran >0.3 um (N95) hanya efektif apabila dipakai dengan tepat pada wajah. Tersedia pula N99 dan N100, dalam bentuk full face atau half face dengan filter HEPA, namun tidak nyaman saat dipakai. ? Masker berukuran lebih kecil dari standar bisa tampak sesuai dipakai untuk anak, namun produsen masker tidak menyarankannya untuk anak. Alasannya, masker N95 yang saat ini tersedia belum dirancang oleh produsen untuk digunakan pada anak-anak.

Meskipun beberapa jenis masker N95 sedang ditawarkan untuk dijual bagi anak-anak, namun klaim mereka, efektivitas belum diverifi kasi oleh pihak berwenang, seperti Food and Drug Administration (US FDA). Solusinya, yang paling efektif adalah mengurangi pajanan kabut asap dari anak dengan menghindari paparan asap dan sebisa mungkin membawa anak ke tempat yang berudara lebih bersih. Bila terpaksa harus melakukan aktivitas di luar rumah, tetap gunakan masker bedah atau masker jenis apa pun untuk menghindari paparan asap.

Menjaga Kesehatan Anak Dalam Bencana Asap

Bencana kabut asap yang merambah beberapa daerah di Indonesia dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Seluruh anak (usia 0—18 tahun) termasuk populasi berisiko karena paru-parunya masih dalam tahap perkembangan sehingga saluran napas anak lebih sempit dari orang dewasa. Selain itu, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan melakukan aktivitas berat, seperti berolahraga.

Baca juga : kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Anak-anak juga menghirup lebih banyak udara per kg berat badan dibanding orang dewasa. Risiko ini akan menjadi lebih tinggi pada anak-anak yang memiliki penyakit kronik sebelumnya, seperti: asma, penyakit jantung, penyakit paru, gangguan imunitas, dan malnutrisi. Adapun pengaruh asap yang paling umum pada anak, yaitu: iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, serta perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada.

Menghirup asap dapat menyebabkan anak menderita sesak napas, mengi, batuk, rasa panas atau terbakar pada saluran napas dan mata, nyeri dada, serta pusing dan berkunang-kunang. Kondisi bencana asap juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada anak yang bermanifestasi sebagai gelisah, mengeluh sakit, mimpi buruk, regresi, perilaku sulit/tidak kooperatif, ketakutan, dan lainnya. Karena itulah, orangtua perlu lebih memberi perhatian, membantu ekspresi anak, misalnya, melalui musik/seni/membuat buku harian, memberi pelukan, serta lebih sabar dalam menghadapi tingkah laku anak yang tidak biasa.

Rekomendasi Idai

Menanggapi permasalahan bencana kabut asap di berbagai wilayah Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan beberapa rekomendasi untuk menjaga kesehatan anak dari bencana kabut asap.

¦ Ruangan Bagi Anak ? Pajanan asap terhadap saluran napas anak dapat dikurangi dengan cara tetap berada di dalam ruangan yang jendela dan pintunya tertutup. ? Bila memungkinkan, air conditioner (AC) dihidupkan dalam mode “re-circulate” dengan mengganti filter secara teratur. ? Pada periode berkurangnya kepekatan asap, buka ventilasi rumah dan bersihkan rumah dari partikel debu yang sudah sempat menumpuk di dalam rumah. ? Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi udara, seperti: memasak dengan gas/kompor propane, merokok, menyedot debu (jika tidak punya penyedot HEPA filter/sistem sedot terpusat), dan membakar kayu/furnace.

Sumber : pascal-edu.com