Category Archives: Resep

Cake Crepes Moka ala Nasi Tumpeng Jakarta

Cake Crepes Moka ala Nasi Tumpeng Jakarta – Bahan Cake: 200 gr margarin 100 gr gula pasir 4 btr telur 180 gr tepung terigu protein sedang 20 gr tepung maizena 1/2 sdt baking powder 1/2 sdt pasta moka Bahan Crepes: 130 gr tepung terig uprotein sedang 15 gr cokelat bubuk 1/4 sdt garam 15 gr gula pasir 1 btr telur 400 ml susu cair 20 gr margarin, lelehkan 1/2 sdt pasta cokelat Bahan Pelengkap: 150 gr selai cokelat 3 sdm sirop kopi, larutkan dengan 100 ml air 100 gr buttercream, untuk olesan 50 gr cokelat bubuk, untuk olesan

Cara Membuat untuk 8 potong : 1. crepes, ayak tepung terigu dan cokelat bubuk. tambahkan garam dan gula pasir. aduk rata. sisihkan. 2. Kocok lepas telur. masukkan susu cair dan pasta cokelat sedikit-sedikit sambil diaduk rata. tuang campuran susu ke dalam campuran tepung terigu sambil diaduk rata. masukkan margarin. aduk rata. 3. buat dadar di atas pan kotak datar antilengket. lakukan hingga adonan habis. 4. ambil selembar crepes. olesi selai cokelat tipis tipis. lakukan hingga 5 tumpuk crepes. sisihkan. 5. cake, kocok margarin dan gula pasir 7 menit hingga lembut.

tambahkan telur satu per satu, pasta moka bergantian dengan sebagian tepung terigu, maizena, dan baking powder sambil diayak dan dikocok rata. 6. tuang adonan ke dalam loyang 24x24x4 cm yang telah dialasi kertas roti dan diolesi margarin. 7. oven dengan api bawah pada suhu 180 derajat celsius, 35 menit hingga matang. Keluarkan dari loyang. potong cake menjadi dua bagian yang sama. 8. olesi cake dengan sirop kopi. oleskan selai cokelat. tumpuk dengan crepes. tumpuk lagi dengan cake. 9. semprotkan buttercream di atas cake. taburi cokelat bubuk.

Telur Ayam Telur ayam memiliki cangkang atau kulit berwarna krem kecokelatan. berat telur ayam bervariasi, antara 50-80 gram per butir. Telur ayam yang memiliki warna cangkang lebih cerah, cenderung mudah pecah.

Sumber : https://salamacatering.com/

Cara Beda Menikmati Kopi ala Nasi Kotak Jakarta

Cara Beda Menikmati Kopi ala Nasi Kotak Jakarta – Melihat bisnis kopi yang kian berprospek baik, mendorong Matthew Immanuel (19) berani membuat terobosan baru dalam menikmati kopi. Uniknya, Matthew menyajikan kopi tidak di dalam cangkir, melainkan dalam bentuk es plus toping. Produk kopi unik ini ia beri nama Skoepi. “Supaya mudah diingat dan akronim dari dua kata, es dan kopi,” tutur Matthew. Matthew sebagai founder tak sendiri. Ia mengajak sejumlah temannya: Vincent Eka Luis, Melissa Anastasia, dan Felicia Febe untuk memulai bisnis kuliner kekinian ini.

“Kami melihat bisnis seputar kopi sangat berprospek. Tapi rata-rata pengusahanya bertanding menjual kopi dengan membuka kafe keren. Nah, kami coba jualan kopi dengan cara yang beda,” ujar Matthew. Setelah setidaknya 10 kali uji coba, akhirnya Matthew resmi meluncurkan Skoepi pada September 2017. Ia senang karena sejak pertama kali diluncurkan dan dipasarkan melalui bazar dan festival kuliner, respons masyarakat sangat positif. “Saat ini kami belum punya outlet tetap. Masih mengikuti berbagai bazar dan festival kuliner.

Tapi kami sediakan jasa katering dan delivery order, dengan menghubungi akun Instagram @Skoepi. id.” ANEKA TOPING Matthew membuat es kopinya dengan teknik coldbrew. Ia bahkan menyortir sendiri biji kopinya. Setelah kopi diseduh dan diberi aneka perasa, lalu di dibekukan menggunakan cetakan es goyang di dalam gerobak es miliknya. Ada 3 varian rasa Skoepi, yakni black coffee dari level yang paling pahit, café latte, dan mocha. “Rasa mocha jadi favorit. Bahkan anak kecil juga banyak yang suka varian mocha ini,” ujar Matthew. Untuk topingnya, tersedia taburan cokelat kacang dan susu cair. “Susu cairnya homemade, diracik sendiri,” kata Matthew.

Harga Skoepi cukup terjangkau. Rp 8 ribu untuk varian black coffee dan Rp13 ribu untuk café latte serta mocha. Jika ingin diberi toping cokelat kacang, tinggal menambah Rp 2 ribu dan toping susu Rp 5 ribu. Menurut Matthew, “Masyarakat tertarik mencoba, terutama yang di masa lalunya suka beli es goyang. Nah, saya sajikan Skoepi lengkap dengan gerobak es goyangnya, dengan gaya yang lebih modern dan rasa kopi yang juga modern,” pungkasnya.

sumber : https://salamacatering.com/

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Di Kedai Lupis, Agus Lilik Kuncoro (32) sengaja membuat tagline “Lupis di Sini Beda”. Ya, memang betul, lupis yang disediakan Agus di kedainya bukanlah lupis biasa. Kue tradisional yang terbuat dari beras ketan putih ini, tak lagi tampil sekadar dalam balutan parutan kelapa dan siraman saus gula merah kental saja. Agus berinovasi memberi toping kekinian pada lupisnya.

Tentu saja, tujuannya agar semakin banyak kalangan anak muda yang suka menyantap kue-kue tradisional, yang kelezatan cita rasanya sangat bisa disejajarkan dengan kue-kue asal negara lain yang juga populer di Tanah Air. “Keluarga istri saya yang tinggal di Purworejo punya rumah makan bernama Mak Ito sejak 1960-an, salah satunya menyediakan menu lupis tradisional. Sejak 1974 hingga sekarang, lupisnya cukup terkenal di Purworejo dan dijual secara turun temurun oleh keluarga. Istri saya merupakan generasi keempatnya,” papar Agus.

Aneka Toping

Dengan menggunakan resep asli lupis milik sang mertua, Agus dan istri mulai berjualan lupis sejak awal tahun lalu. Lupisnya berbentuk segitiga, yang ketika dikukus ketannya dibungkus daun pisang klutuk hingga menghasilkan warna hijau alami pada permukaan ketannya dan aroma harum daun pisang. Yang unik tentu saja pada topingnya. Ketika disajikan, lupis yang sengaja dibiarkan tawar tanpa rasa itu diberi kucuran susu kental manis putih atau cokelat, dengan taburan meises dan parutan keju.

Semula, Agus sempat mencoba mencampurkan guyuran saus gula merah dengan meises, “Tapi rasanya enggak cocok. Kemudian coba saya ganti pakai susu kental manis dan ternyata bisa pas dicampur dengan meises, bahkan keju,” paparnya. Saat ini, Agus sudah meluncurkan 10 varian lupis Premium Taste dan 5 varian lupis Mak Itok. “Kedua varian ini dibedakan dari topingnya. Premium Taste menggunakan susu kental manis putih dan Mak Itok menggunakan susu kental manis coklat,” jelasnya lagi.

Selain susu kental manis, varian toping lainnya yang bisa dipesan pembeli di antaranya yang original berupa balutan parutan kelapa dan saus gula merah, remahan kacang tanah, cokelat meises, parutan keju, hingga Milo, susu bubuk instan, dan remahan Oreo. Setiap porsinya berisi 3 buah lupis yang dibanderol Rp 5 ribu-Rp 15 ribu. “Targetnya semula anak muda dan mahasiswa. Tapi ternyata anak-anak kecil juga banyak yang suka,” pungkas Agus yang sedang menyiapkan varian toping baru untuk lupisnya.

Sumber : stoica.id