Watiek Ideo Penulis Buku Best Seller Bag2

“Mungkin buku ini adalah buku pertama di Indonesia yang berani mengangkat isu sensitif tentang sex education dalam kemasan dongeng dan bergambar,” tegas Watiek. Selama ini, lanjutnya, buku-buku tentang sex education anak, pembacanya adalah orang dewasa. Nah, buku ini pembacanya adalah anak-anak langsung.

“ Program kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA/SMK “ upstory

Watiek semakin surprise ketika salah satu bukunya, Kisah Kota Kita, direkomendasikan oleh Presiden Jokowi (saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta) untuk dibaca. “Beliau mengirim surat khusus kepada kami dan menyampaikan apreasiasinya bahwa buku ini penting untuk dibaca,” ucap Watiek bangga. Buku tersebut berisi tentang menumbuhkan semangat anak-anak untuk menjaga dan ikut andil dalam melestarikan kotanya. Penghargaan dari Jokowi ini semakin melecutkan semangat Watiek untuk menghasilkan karya-karya terbaik lainnya.

Omset satu milyar

Sebagai penulis buku anak yang omset penjualannya mencapai lebih dari satu milyar rupiah dalam satu semester, Watiek pun terpilih menjadi salah satu peserta yang ikut mengunjungi pameran buku anak-anak terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair (FBF) pada November 2015 “Jauh hari, penerbit Bhuana Ilmu Populer memberitahu bahwa omzet buku saya mencapai satu milyar lebih dan saya akan diberangkatkan ke FBF,” ucap Watiek senang. Apalagi semua biaya ditanggung penerbit dan ini adalah kesempatan langka, karena tidak semua penulis bisa merasakan pengalaman luar biasa ini. Betapa tidak? Untuk memperoleh omset sebesar itu, diakui Watiek, sulit sekali, sehingga ia pun tak terlalu ngoyo. Ia hanya berusaha membantu penerbit mempromosikan bukunya dengan cara memberi bonus, seperti bonus boneka jari, satu set wayang, paper frame, paperdoll, sampai membuat marchandise t-shirt. “Tetapi sebelum membuatnya, saya memikirkannya dengan matang, apakah disukai pembaca atau tidak. Alhamdulillah, responsnya luar biasa sekali,” ungkap Watiek. Larisnya buku-buku Watiek tak dinikmatinya sendiri. Di rumah, ia membangun “Rumah Baca Lintang” (RBL) yang memiliki beragam kegiatan, seperti membaca buku gratis, kelas menulis, kelas impian, dalang cilik, kelas mendongeng, dan pelestarian permainan tradisional. “Hingga saat ini, hampir 100 anak mengakses manfaat dari Rumah Baca Lintang,” ungkapnya. Watiek berharap, ke depannya RBL bisa menjangkau anak-anak di pelosok desa. “Mereka harus mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses buku gratis,” harapnya. Tidak seperti saat ia kecil yang sulit sekali mendapatkan buku.

Watiek Ideo Penulis Buku Best Seller

Sejak kelas 2 sekolah dasar (SD), ia suka menulis. “Kalau ada pelajaran mengarang saya merasa bebas, bisa menulis berlembar-lembar kertas, senang banget,” kenang perempuan bernama asli, Solikhatul Fatonah Kurniawati (33) ini. Waktu itu ia menulis puisi dan cerita pendek. Saat remaja, ia mulai gemar menulis buku harian.

“ program beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 gratis tanpa biaya “ upstory.org

“Buku harian saya sampai bertumpuk-tumpuk, isinya campur-campur, umumnya curahan hati yang galau,” jelas Sarjana Psikologi lulusan Universitas Airlangga Surabaya yang lebih dikenal dengan nama penanya ini, Watiek Ideo. Nah, saat kuliah di Fakultas Psikologi itu, Watiek malah berhenti menulis dan baru kembali menulis lima tahun belakangan. “Awalnya dimulai ketika saya mencari seorang desainer untuk clothing line yang sedang saya rintis,” kenangnya.

Ia berkenalan dengan seorang desainer yang ternyata ilustrator buku anak. Saat ilustrator itu memperlihatkan karya-karyanya, Watiek terpukau sehingga semangat menulisnya pun kembali. “Sejak saat itu saya langsung menulis buku,” kata Watiek. Tidak tanggung-tanggung, buku pertamanya langsung ia kirim ke penerbit besar, berkisah tentang petualangan Lily dan Pino, persahabatan seorang gadis kecil dengan seekor panda.

Tiga bulan kemudian, Watiek dikabarkan, naskahnya akan diterbitkan. “Ini adalah momen penting dalam hidup saya,” cerita Watiek dengan rupa gembira. Sejak saat itu, ia seperti kecanduan menulis dan memutuskan untuk profesional menulis, khususnya buku anak, sambil mengurus clothing line-nya.

Penghargaan dari Jokowi

Pagi hingga siang, sekitar pukul 10–12, adalah waktu efektif baginya menulis. Selebihnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal lain, seperti mengurus rumah, merawat anak-anak, membuat suvenir, mengurus clothing line, dan “bermain” sosmed. Watiek mengaku, dirinya tak ada target untuk menghasilkan buku, semuanya mengalir saja. Hanya saja, ia membuat deadline khusus jika mengerjakan sebuah naskah, harus selesai dalam waktu dua minggu, semata agar disiplin.

”Soalnya, kontrol, kan, ada pada diri sendiri, jadi harus pintar mengatur waktu,” tandas Watiek. Bagaimana jika sehari saja ia tidak menulis? “Wah, rasanya seperti ada yang hilang, ada yang dirindu,” ujar Watiek yang dalam lima tahun saja sudah menghasilkan lebih dari 55 buku anak-anak. Dari sekian banyak buku, yang paling banyak diminati buku Aku Anak Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri, berisi 10 cerita serta tip mencegah kekerasan dan kejahatan seksual pada anak.

Setelah N219 Terbang Tinggi Bag3

Setahun berselang, menjelang seremoni perkenalan fsik pesawat N219 pertama kali ke publik pada Desember 2015, tibatiba Palmana dipanggil Direktur Utama PTDI kala itu, Budi Santoso, yang ditemani Direktur Produksi Arie Wibowo. Palmana kaget karena petinggi PTDI memintanya membuka lagi ide pengembangan pesawat N245. Direktur Operasional PTDI Arie Wibowo mengatakan N245 memang dirancang melayani penerbangan dengan waktu tempuh pendek, maksimal satu setengah jam.

Rancangan tak lazim juga diterapkan di pesawat ini dengan mencoret bagian kargo. ”Penumpang bisa bawa barang dan taruh di kargo kabin, seperti di kereta api. Ini murni idenya Pak Budi Santoso,” ujar Arie. Arie optimistis pesawat N245 itu bakal punya kelebihan dibanding pesaing terberat di kelas pesawat 50 penumpang, yakni ATR 42.

Begitu Lahir Perlu Asupan Vitamin K Bag4

Di beberapa negara Asia angka kesakitan bayi karena PDVK ber kisar antara 1 : 1.200 sampai 1 : 1.400 Kelahiran Hidup. Angka tersebut dapat turun menjadi 1 : 10.000 de ngan pemberian vitamin K pada bayi baru lahir.

Bila Terlambat Diberi Vitamin K

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pada bayi yang terlambat mendapat vitamin K dan mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K, dokter akan memberikan pengobatan berupa suntik an vitamin K dan transfusi darah. Pemberian vitamin K tidak perlu dilakukan ulangan, karena semakin bertambah umur bayi, semakin baik kemampuan tu buhnya untuk menghasilkan vitamin K dan semakin bervariasi asupan makanan yang didapatkan.

“Bila lupa memberikan suntikan vitamin K, begitu ingat langsung saja membawa ke dokter untuk men dapatkan suntikan demi menjaga kondisi bayi. Meski usia bayi sudah lebih dari dua ming gu dan mama baru ingat saat itu, suntikan vitamin K tetap harus diberi kan. Lebih baik diberikan daripada tidak,” ujar Desiana.

Tentang Vitamin K

Vitamin K merupakan vitamin larut dalam lemak yang memiliki peranan penting dalam mengaktifkan zat zat yang berperan dalam pembekuan darah, di anta ranya zat yang dikenal sebagai protrombin. Vitamin K dapat diproduksi oleh bakteri normal dalam saluran cerna, akan tetapi pada bayi baru la hir kondisi saluran cerna masih dalam keadaan steril (tidak ada bakteri normal usus) sehingga vitamin K tidak dapat diproduksi.

Fungsi organ hati sebagai tempat metabolisme vitamin K juga belum dapat ber fungsi secara matang terutama pada bayi kecil. Ada tiga bentuk vitamin K yang diketahui yaitu: ? Vitamin K1 (phytomenadione), terdapat pada sa yuran hijau. ? Vitamin K2 (menaquinone), dihasilkan oleh bakteri normal usus (Bacteriodes fragilis). ? Vitamin K3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik.

Vitamin K yang diberikan pada bayi baru lahir ada lah vitamin K1. Pemberiannya pada saat bayi baru lahir atau sampai usia 2 minggu. Sekali lagi. hal ini terkait de ngan risiko terjadinya perdarahan yang cukup tinggi pada bayi usia 1–2 minggu. Faktor risiko akan menurun menjelang usia 6 bulan, setelah bayi mulai dapat memproduksi vitamin K sendiri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kemenangan Di Atas Kenangan Pahit

Sloane Stephens merebut gelar Grand Slam perdana di turnamen Amerika Serikat Terbuka 2017. Cemerlang di kala remaja, kariernya tersendat akibat cedera. Selama 20 detik, Sloane Stephens memeluk erat Madison Keys, sahabat sekaligus la wannya pada fnal turnamen tenis Amerika Serikat Terbuka di Kota New York, Sabtu dua pekan lalu. Senyum lebar di wajah petenis Amerika Serikat berusia 24 tahun itu berubah menjadi tangisan saat ia memeluk ibunya, Sybil Smith.

Berstatus bukan unggulan, Stephens sukses merebut gelar Grand Slam perdananya. Kemenangan di Flushing Meadows itu membuat Stephens, yang selalu ditonton ibunya saat bertanding, merasa sedikit syok. ”Aku selalu ingin menjuarai Grand Slam,” katanya kepada ABC News, Selasa pekan lalu.

Cake Crepes Moka ala Nasi Tumpeng Jakarta

Cake Crepes Moka ala Nasi Tumpeng Jakarta – Bahan Cake: 200 gr margarin 100 gr gula pasir 4 btr telur 180 gr tepung terigu protein sedang 20 gr tepung maizena 1/2 sdt baking powder 1/2 sdt pasta moka Bahan Crepes: 130 gr tepung terig uprotein sedang 15 gr cokelat bubuk 1/4 sdt garam 15 gr gula pasir 1 btr telur 400 ml susu cair 20 gr margarin, lelehkan 1/2 sdt pasta cokelat Bahan Pelengkap: 150 gr selai cokelat 3 sdm sirop kopi, larutkan dengan 100 ml air 100 gr buttercream, untuk olesan 50 gr cokelat bubuk, untuk olesan

Cara Membuat untuk 8 potong : 1. crepes, ayak tepung terigu dan cokelat bubuk. tambahkan garam dan gula pasir. aduk rata. sisihkan. 2. Kocok lepas telur. masukkan susu cair dan pasta cokelat sedikit-sedikit sambil diaduk rata. tuang campuran susu ke dalam campuran tepung terigu sambil diaduk rata. masukkan margarin. aduk rata. 3. buat dadar di atas pan kotak datar antilengket. lakukan hingga adonan habis. 4. ambil selembar crepes. olesi selai cokelat tipis tipis. lakukan hingga 5 tumpuk crepes. sisihkan. 5. cake, kocok margarin dan gula pasir 7 menit hingga lembut.

tambahkan telur satu per satu, pasta moka bergantian dengan sebagian tepung terigu, maizena, dan baking powder sambil diayak dan dikocok rata. 6. tuang adonan ke dalam loyang 24x24x4 cm yang telah dialasi kertas roti dan diolesi margarin. 7. oven dengan api bawah pada suhu 180 derajat celsius, 35 menit hingga matang. Keluarkan dari loyang. potong cake menjadi dua bagian yang sama. 8. olesi cake dengan sirop kopi. oleskan selai cokelat. tumpuk dengan crepes. tumpuk lagi dengan cake. 9. semprotkan buttercream di atas cake. taburi cokelat bubuk.

Telur Ayam Telur ayam memiliki cangkang atau kulit berwarna krem kecokelatan. berat telur ayam bervariasi, antara 50-80 gram per butir. Telur ayam yang memiliki warna cangkang lebih cerah, cenderung mudah pecah.

Sumber : https://salamacatering.com/

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara Bag2

Program kerja sama doktoral ini sudah lama berjalan? Ada 12 universitas negeri yang bekerja sama dengan UNJ. Program ini sebetulnya dimulai pada 1978. Sejak saya menjabat Direktur Pascasarjana pada 2009, program ini dilanjutkan berdasarkan desakan teman-teman yang ingin dibina. Tujuannya, mempercepat kualifkasi dosen dan akademis kampus di daerah. Siapa peserta program kerja sama ini?

Seharusnya dosen-dosen di kampus negeri yang bekerja sama dengan kami. Namun ada orang lain juga yang mau ikut, meski itu sedikit. Ini yang sulit kami bendung karena mereka pasti memprotes. Mereka bertanya, kenapa kami tidak boleh padahal sama-sama warga Indonesia? Program ini masih berjalan? Mulai 2015, kami passing out karena terlalu banyak beban. Saya juga menyurati ke bagian Pascasarjana agar tidak menerima mahasiswa baru dari kelas kerja sama.

Program Ini Untuk Bangsa Dan Negara

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tengah menyorot tajam Universitas Negeri Jakar ta (UNJ). Kampus yang dulu bernama IKIP Jakarta itu dianggap menggelar program kuliah doktor ilegal bekerja sama dengan 12 universitas negeri lain. Gelar para alumnus pun terancam dicabut karena ada dugaan plagiarisme dalam disertasi mereka.

Sekitar dua jam lebih, Rektor UNJ Djaali menjelaskan kondisi terakhir kampusnya kepada Tempo, Kamis tiga pekan lalu. ”Salah satu yang bikin capek itu perilaku dosen di sini yang suka ftnah,” katanya. Apakah program kerja sama ini mendapatkan izin dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi? Enggak. Persetujuan itu memang tidak ada. Kami berpikir program ini harus dilakukan untuk bangsa dan negara. Kami pernah mencoba menjelaskan ini ke Kementerian, tapi saat itu belum dijawab.

Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan Bag2

Jika sudah sampai pada kondisi ini, tentu saja upaya untuk mengubah kebiasaan anak memerlukan proses, karena cukup sulit untuk langsung memisahkan si kecil dari kebiasaannya berinteraksi dengan benda kesayangannya tersebut. Proses memisahkan yang tidak bijak dapat berdampak besar dalam perkembangan anak.

“ Program kerja ke luar negeri gratis dengan ausbildung di Jerman “ ~ sat-jakarta ~

Diantaranya, menurut Gia, “Anak tidak mau lepas dari orangtuanya, bahkan saat sudah memasuki usia sekolah ia ingin selalu ditunggui oleh orangtua. Ia juga takut dan enggan berinteraksi dengan orang lain, bahkan tidak mau melakukan eksplorasi, karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya.”

Berpisah Dengan Si Butut

Lalu harus bagaimana? Memaksa anak untuk berpisah dengan guling bututnya hanya akan memperpanjang masalah. Gia memberikan beberapa cara untuk melepaskan ketergantungan anak kepada si butut. Pertama berikan anak rasa aman dan nyaman. Caranya, bisa dengan menemani anak saat melakukan aktivitas kesehariannya.

Misal, dengan menyusui, menyuapi anak, mengganti popok, memandikan, bermain, menemani tidur, memeluk anak, dan lainnya. Aktivitas tersebut harus dilakukan dengan perasaan tenang, sehingga batita juga merasakan kenyamanan. Jangan melakukannya sambil bekerja atau bermain gadget karena anak sangat peka dengan kondisi orangtua. Jika rasa aman dan nyaman sudah terpenuhi, kita dapat mulai membujuk anak membersihkan guling bututnya.

“Lihat selimutnya sudah kotor, Dek. Ini banyak kumannya. Kita cuci dulu, ya, supaya Adek nggak kena penyakit. Nih, Adek bisa lihat selimutnya di dalam mesin cuci. Setelah dicuci, masih basah. Jadi, kita tunggu kering dulu, ya. Lihat, tuh selimutnya di jemuran…” Si batita juga dapat diajarkan bahwa selimut atau guling adalah perlengkapan tidur, jadi hanya dapatdigunakan di tempat tidur. Ajaklah ia melihat orangorang di sekitarnya, tidak ada yang membawa-bawa guling saat bermain.

Menurut Gia, jika diperlukan kita dapat menjanjikan hadiah jika batita mau melepaskan diri dari benda butut kesayangannya. Cara ini bisa dilakukan bertahap. Contoh, jika guling atau selimut tersebut hanya dibawa saat tidur, tidak saat bermain atau jalan-jalan keluar, maka si batita akan mendapat “hadiah” pergi berenang, umpamanya.

Boneka Butut Masih Jadi Kesayangan

Ke mana-mana boneka bututnya selalu ikut. Tidur pun tak lelap tanpa kehadirannya. Pada anak lain, benda kesayangan ini bisa saja berupa selimut atau guling yang sama-sama butut. Mungkin Mama Papa penasaran, bagaimana memisahkan si kecil dari benda kesayangannya yang sudah tak layak pakai. Sebenarnya memiliki kelekatan dengan benda tertentu sah-sah saja.

“ rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Orang dewasa pun kerap membutuhkan sesuatu untuk dipegang dalam kondisi tertentu, seperti menggenggam tisu saat menunggu giliran presentasi, atau remaja perempuan yang tidur ditemani boneka beruang di sudut ranjang. Jika si kecil masih dapat diberi pengertian, misalnya jangan membawa guling kala bertamu, atau selimut harus dicuci setiap minggu, kelekatan ini bukanlah masalah.

Menurut psikolog Riselligia Caninsti, masalah baru timbul jika kelekatan ini kadarnya berlebihan, sampai-sampai si batita tak mau berpisah dari benda kesayangannya itu barang semenit pun. Mau berkegiatan apa pun, benda tersebut harus selalu ada. Kita jadi tak sempat membersihkan benda itu secara rutin. Padahal, yang namanya benda dibawa ke mana-mana, pastilah kotor. Jika kita meminta benda kesayangannya harus dicuci, si kecil menampilkan respons negatif. Bisa marah, menangis, menjerit-jerit, atau menunjukkan kegelisahan yangdemikian hebat sehingga tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Kalau sudah begini, kita perlu waspada.

Butuhkan Rasa Aman

Secara psikologis, salah satu kebutuhan mendasar bagi batita adalah kasih sayang dan rasa aman, yang umumnya diperoleh dari orangorang terdekatnya. Dalam kasus guling atau boneka butut, para ahli sepakat kelekatan yang berlebihan ini merupakan indikasi kurangnya rasa aman dan nyaman pada anak.

“Di saat anak tidak mendapatkan rasa aman dan nyaman dari orang-orang di lingkungannya, ia akan berupaya mencari pengganti pada objek lain, salah satunya adalah guling atau boneka,” papar psikolog yang akrab dipanggil Gia ini. Kenyamanan yang dirasakan anak saat memeluk guling atau boneka cenderung ingin dirasakan kembali, sehingga perilaku ini terus berulang dan menjadi kebiasaan. Terkadang kita baru menyadari kebiasaan ini saat melihat guling atau boneka tersebut sudah dalam kondisi butut karena sering dibawa si batita ke mana pun.