Apakah harus menjadi warga negara Amerika untuk mengurus paten?

Ini berkaitan dengan teknologi strategis, jadi tidak bisa mendapatkan hak paten kalau saya tidak menjadi warga negara Amerika. Tapi saya menetapkan syarat, saya harus tetap bisa memegang paspor Indonesia.

Anda mengikat perjanjian tertulis seperti itu? Iya. Hukum di Amerika Serikat membolehkan. Saya tetap berkeyakinan bahwa saya orang Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia, dan memegang paspor Indonesia.

Apa dasar yang digunakan pemegang hak paten wajib menjadi warga negara Amerika Serikat? Teknologi strategis kadang memerlukan security clearance. Artinya itu memudahkan Anda untuk mendapatkan paspor Amerika? Itu syarat administrasi. Yang jelas, saya minta paspor Indonesia saya tidak diotak-atik.

Apakah Anda tidak tahu atau tidak ada yang mengingatkan bahwa Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan? Mungkin saya ignorant (abai). Kalau dibilang tidak tahu, saya bodoh juga. Tapi saya berkeyakinan dengan tetap memiliki paspor Indonesia, saya adalah warga negara Indonesia.

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Sajikan Lupis Bertoping Masa Kini ala Cafe Instagramable di Jakarta

Di Kedai Lupis, Agus Lilik Kuncoro (32) sengaja membuat tagline “Lupis di Sini Beda”. Ya, memang betul, lupis yang disediakan Agus di kedainya bukanlah lupis biasa. Kue tradisional yang terbuat dari beras ketan putih ini, tak lagi tampil sekadar dalam balutan parutan kelapa dan siraman saus gula merah kental saja. Agus berinovasi memberi toping kekinian pada lupisnya.

Tentu saja, tujuannya agar semakin banyak kalangan anak muda yang suka menyantap kue-kue tradisional, yang kelezatan cita rasanya sangat bisa disejajarkan dengan kue-kue asal negara lain yang juga populer di Tanah Air. “Keluarga istri saya yang tinggal di Purworejo punya rumah makan bernama Mak Ito sejak 1960-an, salah satunya menyediakan menu lupis tradisional. Sejak 1974 hingga sekarang, lupisnya cukup terkenal di Purworejo dan dijual secara turun temurun oleh keluarga. Istri saya merupakan generasi keempatnya,” papar Agus.

Aneka Toping

Dengan menggunakan resep asli lupis milik sang mertua, Agus dan istri mulai berjualan lupis sejak awal tahun lalu. Lupisnya berbentuk segitiga, yang ketika dikukus ketannya dibungkus daun pisang klutuk hingga menghasilkan warna hijau alami pada permukaan ketannya dan aroma harum daun pisang. Yang unik tentu saja pada topingnya. Ketika disajikan, lupis yang sengaja dibiarkan tawar tanpa rasa itu diberi kucuran susu kental manis putih atau cokelat, dengan taburan meises dan parutan keju.

Semula, Agus sempat mencoba mencampurkan guyuran saus gula merah dengan meises, “Tapi rasanya enggak cocok. Kemudian coba saya ganti pakai susu kental manis dan ternyata bisa pas dicampur dengan meises, bahkan keju,” paparnya. Saat ini, Agus sudah meluncurkan 10 varian lupis Premium Taste dan 5 varian lupis Mak Itok. “Kedua varian ini dibedakan dari topingnya. Premium Taste menggunakan susu kental manis putih dan Mak Itok menggunakan susu kental manis coklat,” jelasnya lagi.

Selain susu kental manis, varian toping lainnya yang bisa dipesan pembeli di antaranya yang original berupa balutan parutan kelapa dan saus gula merah, remahan kacang tanah, cokelat meises, parutan keju, hingga Milo, susu bubuk instan, dan remahan Oreo. Setiap porsinya berisi 3 buah lupis yang dibanderol Rp 5 ribu-Rp 15 ribu. “Targetnya semula anak muda dan mahasiswa. Tapi ternyata anak-anak kecil juga banyak yang suka,” pungkas Agus yang sedang menyiapkan varian toping baru untuk lupisnya.

Sumber : stoica.id